Mama
selama sembilan Bulan ku dalam rahimmu
Menanti
daku derita pun engkau tanggung
Tak
sadar tetesan air mata pun menghiasi di pipimu
Aku
pun terikut dalam rahimmu
Dengan menghembuskan nafas
tangan pun mengangkat
Menari nari di perut kala
aku bergerak dalam rahimmu
Namun engkau memikul semua
derita ini
Tanpa tanda jasa dari anak
Betapa
besar penderitaan Ibu
Kini
engkau mendua harapan
Hidup
dan mati kala ku keluar dari rahimu
Saat
penantian ibu pun tiba
Kala penantian
ibu tiba
Keluarlah daku
menikmati dunia baru
Namun energi
ibu pun keluar
Seakan sungai
yang mengalir
Kini engkau tak
berdaya
Ingatlah
daku
Ketika
ibu terbaring tanpa selimut
Demi
melindungiku, membalut dengan tubuhmu
Ingatlah
daku
Ketika
jemani ibu mengusap lembut kepalaku
Ingatlah
daku
Air
mata ibu mengalir di pipi
Saat
ku terbaring sakit
Ingatlah daku
Melahirkan daku
Melindungi daku
Membesarkan daku
Memelihara daku
Kini
ku bergulir di negeri rantauan
Saat
kesakitan menguasai daku
Tiada
orang menghampiri daku
Yang
ada hanyalah Alkitab disampingku
Saat
itulah daku terkenang kasih ibu
Terkenanglah
kasih ibu dari kejauhan
Terbayang kasih
ibu dibalik awan kegelapan
Yang ada dalam
benahanku
Ibu harus ada
disampingku saat ku kesakitan
Ketika
kesakitan menerpa daku
Terbaringlah
daku
Keniatanku
harus ada saudara
Yang
ada hanyalah Alkitab
Yang
ada hanyalah kamar yang penuh hampa
Yang ada hanyalah baju
yang tagantung
Terkenanglah daku kasih
ibu
Saat ku terbaring sakit,
engkau mengusap kepalaku
Tanpa diundang air mataku
terus mengalir
Saat penantianku ibu harus
ada disampingku.

0 komentar:
Posting Komentar