Ketika mataku memandang
pelabuhan Samabusa
Langkah kakiku tak
melangkah ke depan
Namun rasanya sedang
berlayar ke depan
Seolah menggambarkan
Makna Hidup
Pandangan mataku tetap menatap pelabuhan
Samabusa
Tak sadar makin lama makin menjauh darimu
Walau ku tak bergerak
Seakan menggambarkan Usia Hidup
Seiring KM Nggapulu
berlayar ke depan
Seberkas cahaya matahari
pagi memantul di laut dan mataku
Betapa eloknya cahaya
matahari pagi membela lautan
Seolah menerangi cahaya
Roh Kudus dalam hidup
Kini, sejauh mata memandang
Tak
sepengkal bukit dan bibir laut yang terpandang
Hanyalah seluas lautan
Ku tenggelam dalam lautan imajinasi
Terkagetlah daku
Ketika detakan jantung
meluap
Terdengar
Selamat Pagi dan Selamat
Tinggal Pelabuhan Samabusa.

0 komentar:
Posting Komentar