Maaf
ku hanya bisa memberikan saudara sarapan pagi sebelelum saudara melangkah pada
siang hari dan sore hari untuk melanjutkan aktifitasmu semoga harapanku saudara
menikmati sarapan pagi ini.
Setiap
orang yang terpendidik dan berpendidikan tidak dapat menyangkali bahwa tidak
ada seorang pun yang tidak menempuh tahapan tahapan pendidikan tanpa
pengecualian. Orang yang sedang berpendidikan harus memasuki dunia baru atau
tingkatan baru sesuai dengan apa yang kita tekuni atau menurut kita cocok. Orang
yang sedang berpendidikan harus menempuh beberapa tahapan tahapan pendidikan untuk
memasuki ke dunia baru atau ke tingkatan
yang berikutnya harus melalui Proses.
Tahapan
tahapan atau tingkatan tingkatan yang kita harus lewati adalah dari satu
tingkatan ke tingkatan yang berikut, misalnya dari Taman Kanak Kanak (TK) masuk
ke Sekolah Dasar (SD), dari SD masuk ke Sekolah Mengengah Pertama (SMP), dari
SMP masuk ke Sekolah Mengengah Atas (SMA), dari SMA masuk ke Perguruan Tinggi
(PT) dan dari PT masuk ke Dunia Kerja.
Proses
pengalihan orang yang sedang berpendidikan dari satu tingkatan ke tingkatan
yang berikutnya sangat membutuhkan keseriusan dan penuh kewaspadaan demi
mengenangkan hati pikiran kita agar kita tidak terjebak oleh dampak dampak
negatif tertentu.
Ada
satu pengalaman yang telah dialami oleh teman saya MW orang Wamena yang saya
tidak enggan sebut namanya, ketika dia selesai SMA St.Thomas Aquino di Wamena masuk
ke Perguruan Tinggi Universitas Cendrawasih di program study Bahasa Inggris,
setelah teman saya itu masuk, kami bertemu dikampus dan kuliah sama sama sampai
kami masuk semester tiga dia pindah di program study Bimbingan Konseling (BK)
karena di Bahasa Inggris dia tidak mampu menyesuaikan diri dengan teman teman
lain dan tidak pernah mendengar suara hati pada saat dia masuk di PT Uncen.
Saudara
saudara pengalaman yang dialami oleh teman saya MW ini dialami pula oleh semua
yang orang yang terpendidik dang sedang berpendidikan di dunia dan hal sama
seperti diatas ini juga dialami oleh beberapa orang Lembah Hijau Kamuu pun
mengalami hal sama oleh karena itu, Orang Lembah Hijau Kamuu harus bertanya
kepada senior dan harus bertanya kepada suara hati masing masing.
Menyadari
hal tersebut diatas, maka dalam tulisan ini saya mengajikan ada beberapa hal untuk
memberikan pencerahan kepada Siswa yang baru saja selesai di bangku study SMA.
Hal hal yang saya akan uraikan adalah pertama apa dasar memilih Perguruan
Tinggi, yang kedua bagaimana cara mengetahui keberadaan Perguruan Tinggi
melalui pertanyaan pertanyaan dasar, yang ketiga apa yang menjadi penyebab sehingga mahasiswa putus kuliah yang
keempat bagaimana mengambil sebuah solusi.
1. Dasar Memilih Perguruan
Tinggi
Setiap
calon mahasiswa berhak memilih Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri
maupun Swasta yang berkisar di seluruh dunia karena setiap PTN atau PTS
memberikan peluang kepada setiap calon mahasiswa yang ingin melanjutkan study
di Perguruan Tinggi.
Setiap
Perguruan Tinggi yang berkisar seluruh dunia didirikan dengan tujuan untuk
menjadikan sebuah lembaga yang mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap
untuk dipakai di dunia kerja kendatipun demikian tidak semua Perguruan Tinggi
mempunyai kualitas.
Karena
setiap Perguruan Tinggi memberikan
peluang kepada setiap calon mahasiswa maka berikut ini saya mencoba bagi dalam
tiga bagian untuk memilih Terguruan Tinggi yaitu:
a.
Pribadi
Dalam
tahapan pengalihan dari bangku study SMA ke Perguruan Tinggi ini selalu membuat
calon mahasiswa menjadi bingun, mau kemana dia harus pergi? Jurusan apa yang
dia harus memilih? Oleh karena itu sebaiknya calon mahasiswa harus bertanya
kepada diri sendiri sesuai dengan:
F Kemampuan
kita yang ada pada kita sendri
F Sesuai
jurusan jurusan yang kita tekuni di bangku study SMA
F Suara
hati dari pribadi sendiri
b.
Orang Tua
Kita
harus mengakui bahwa orang tua kita, mereka yang akan biaya kita dalam proses
study dari awal tingkatan maupun tingkatan yang terakhir maka penting juga
mendengar kemauan orang tua dalam hal kuliah selanjutnya. Jika kemauan orang
tua tidak sesuai dengan suara hati kita dan kemampuan kita maka sebaiknya harus
sepakat bersama antara orang tua dengan calaon mahasiswa.
c.
Orang lain
Setiap
calon mahasiswa didunia mempunyai kelemahan masing masing sehingga untuk
melengkapi kelemahan kelemahan kita, kita harus membutuhkan orang lain. Dalam
tahapan memasuki di Perguruan Tinggi tak dapat duga bahwa banyak orang yang
biasa memberikan masukan masukan kepada calon mahasiswa namun demikian setiap
calon mahasiswa tidak semua masukan ini menjadi keputusan tetapi tetapi
keputusan untuk memilih jurusan selalu kembali kepada kita sendiri.
2. Pertanyaan Pertanyaan
Dasar Untuk Memilih Perguruan Tinggi Yang Cocok
Sesuai
penjelasan pada dasar memilih Perguruan Tinggi maka poin ini saya hanya menjelaskan
bagaimana cara mengetahui keberadaan kampus agar calon mahasiswa tidak mudah
terjebak kedalam dampak dampak negative. Untuk melihat keberadaan kampus yang
kita ingin pilih atau mau lanjut study sebaiknya calon mahasiswa harus Tanya
kepada mahasiawa senior yang kuliah di Perguruan tinggi tersebut. Yang kita
harus tannya misalnya apakah status PT terdaftar, disamakan, diakui atau
terakreditasi? Apakah ada fasilitas belajar? Ada berapa dosen tetap dan ada
berapa dosen terbang? Berapa biaya SPP? Apakah ada biaya lain? Dan ada
pertanyaan pertanyaan lain yang bersifat mendasar.
3. Penyebab Penyebab Putus
Kuliah
Ada
beberapa penyebab yang membuat mahasiswa mejadi pikiran minder dan putus asa
dalam pertengahan semester adalah:
F Masuk
kuliah tidak mendengar suara hati
F Tidak
tahu ukuran kemampuan sendiri
F Ikut
keramaian
F Melihat
PT yang paling canggih dari wajah gedung! Kualitasnya belum tentu?
F Melihat
fasilitas yang lengkap! Kemampuan biaya kita?
F Tidak
mengenal dampak lingkungan setetempat
F Tidak
pernah Tanya mahasiswa atau senior.
F Dll
4. Solusi
Setiap
Perguruan Tinggi memberikan peluang yang besar kepada setiap calon mahasiswa
berhak untuk melanjutkan study di Perguruan Tinggi sesuai dengan kemampuan dan
suara hati kita namun setiap calon mahasiswa juga jelih melihat dampak dampak
negative sebelum kita memasuki dunia baru atau Perguruan Tinggi agar kita tidak
putus asa dalam pertengahan semester.
Selamat
Berjuang semoga saudara menjadi mahasisawa yang Handal dan diakui oleh banyak
orang. Selamat Berjuang Sampai Kita Akan Berjumpa di Kampus.

0 komentar:
Posting Komentar