Home » » TAKUT AKAN KRITIK MENUJU KEHANCURAN

TAKUT AKAN KRITIK MENUJU KEHANCURAN

Written By d on Rabu, 06 April 2016 | 13.22



Kata kritik dalam dalam kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary menyatakan bahwa
1.    seseorang yang  mengekspresikan opini tentang sesuatu yang baik dan kualitas buruk yang terkandung dalam buku, music, pemerintahan dll.
2.   adalah seseorang yang mengekspresikan sesuatu yang merasa tidak puas atau tidak masuk akal terhadap sesuatu dan mengungkapkan sesuatu yang kualitas buruk, lebih khususnya secara umumnya. Pengertian yang diberikan dari kamus tersebut diatas sudah jelas bahwa kritik merupakan suatu hal yang seseorang atau sekelompok orang akan mengungkapkan suatu nilai nilai buruk yang terkandung didalam suatu buku, musik, drama, peremintahan, aturan dll.

Oleh karena itu, perlu kita ketahui bahwa kritik yang diberikan dan diungkapkan oleh seseorang atau sekelompok orang ini demi mewujudkan suatu cita cita atau impian yang terbaik karena orang lain mampu melihat sebuah kekurangan atau kelemahan yang dimiliki oleh suatu pemerintahan, buku, music, drama dll sehingga kelemahan dan kekurangan ini menjadi bahan pelajaran dan pertimbangan terhadap suatu pemerintahan, buku, drama, music, dll selajutnya.
 
Menyambung uraian singkat diatas ini, penulis mencoba melihat eksistensi manusia di dunia ini bahwa manusia bukan malaikat sehingga manusia tak pernah terluput dari segala bentuk kekurangan dan kelelemahan yang dimiliki oleh setiap orang di dunia. Kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh manusia di dunia ibarat kacang lupa kulitnya artinya manusia sudah ditutup atau dibungkus rapi oleh kekurangan dan kelemahan.

Mustahil seseorang akan melihat kelemahan dan kekurangan pribadi sendiri secara menyeluruh dan komprehensif karena kelemahan dan kekurangan pada manusia ibarat seseorang melihat punggungnya sendiri arttinya seseorang akan melihat punggungnya sendiri itu hanya sedikit tetapi orang lain yang akan melihat punggung secara menyeluruh. Begitu pun kelemahan dan kekurangannya sendiri tidak dapat sendiri akan melihat, merasakan secara menyeluruh tetapi orang lain yang akan melihat kelemahan dan kekurangan kita secara menyeluruh dan komprehensif. Oleh karena itu, demi mengepis dan menghindar segala bentuk kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh manusia musti kita harus membutuhkan orang lain demi melengkapi kelemahan kita.

Berdasarkan uraian singkat diatas ini, situasi dan kondisi di Dogiyai pun tidak terlepas dari segala bentuk kelemahan dan kekurangan. Maka itu, tulisan dibawah ini akan uraikan tiga hal yaitu: yang pertama akan melihat tentang kondisi dan situasi Dogiyai, yang kedua akan menguraikan tentang eksistensi mahasiswa dan yang ketiga akan membahas tentang Penguasa Dogiyai dan yang terakhir penulis akan memberikan sebuah kesimpulan terhadap tulisan ini.

1.    Kondisi Dogiyai
Menyimak kabupaten Dogiyai bahwa kabupaten Dogiyai adalah kabupaten pemekaran yang dimekarkan sejak tahun 2008 hingga saat ini. Sampai detik ini tidak ada bupati definitif yang terpilih, pemilihan bupati definitif pun selalu tunda terus, entah apa alasannya penulis pun tak tahu. Kabupaten Dogiyai sudah umur tiga tahun dengan motto Kabupaten “Dogiyai Dou Ena”.  melalui Penetapan motto kabupaten ini akan melalukan berbagai kebijakan, program kerja dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) demi mewujudkan kabupaten Dogiyai yang kualitas yang tinggi. 

Fakta membuktikan bahwa pejabat sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan Dogiyai Dou Ena namun tidak terlepas dari berbagai kelemahan yang tidak luput dari pejabat Dogiyai. Indicator indicator ketidak berhasilan kabupaten Dogiyai adalah sebagai berikut:
a)   Pemerintah Dogiyai tidak membangun asrama di setiap kota study.
b)  Janji janji palsu yang tak terrealisasi
c)   Hari pelaksanaan Pemilukada Dogiyai yang selalu mengulur ulur waktu.
d)  Penerimaan tes pegawai tidak mengutamakan orang asli Dogiyai.
e)   Pejabat SKPD Dogiyai yang tidak pernah kerja dan tinggal di Dogiyai, selalu keluar daerah terus pura pura mengambil alasan urusan dinas.
f)   Dll.
2.   Eksistensi Mahasiswa
Mahasiswa adalah Agent of Change (agen pembaharuan) yang mana mahasiswa akan ber pro aktif dalam segala bentuk ketidak adilan, ketidak jujuran, ketidak benaran yang selalu merusak tatanan hidup masyarakat sehingga mahasiswa itupun selalu memposisikan diri ketempat yang netral, independen yang tak dapat memihak kepada siapapun sekalipun ibu kandung yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.
Di seluruh dunia mahasiswa selalu melakukan banyak kegiatan, kegiatan yang mahasiswa lakukan adalah kegiatan kegiatan pro demokrasi. Kegiatan kegiatan yang mahasiswa lakukan adalah seperti turun jalan, teriak di jalan, demontrasi, aksi, jumpa pers, pemalangan jalan, menaikan opini di surat kabar. Kegiatan kegiatan tersebut diatas bisa terlihat dimana mana di seluruh dunia ketika ketidakadilan, ketidak jujuran dan ketidak benaran itu meraja rela diseluruh dunia dalam tatanan hidup masyarakat.
Mahasiswa Dogiyai yang tersebar di seluruh Indonesia juga kapasitasnya sama dengan mahasiswa yang ada di seluruh dunia sehingga mahasiswa Dogiyai sedang memposisikan diri mereka sebagai mahasiswa yang netral dan independen yang mana mereka ingin menjadi mahasiswa yang agent of Change.
Bukti mahasiswa Dogiyai yang adalah mahasiswa yang agent of Change dan memposisikan diri sebagai mahasiswa yang netral dan independent adalah mahasiswa Dogiyai selalu mengontrol dan mengawas kinerja kerja kabupaten Dogiyai, selalu memberikan komentar atau kritik yang sifatnya membangun melalui surat kabar local, dll.
Mahasiswa Dogiyai selalu aktif untuk memberikan kritik, Demo di kabupaten, menaikan opini di surat kabar lokal, menaikan berita di surat kabar lokal harian ini hanya karena terjadi segala bentuk ketidak adilan, ketidak jujuran dan ketidak benaran dalam pemerintahan kabupaten Dogiyai.
Akhir akhir ini, ada segelintir pejabat Dogiyai tanpa identitas yang sedang melakukan terror terhadap mahasiswa Dogiyai melalui nomor nomor gelap atau nomor baru. Contoh contoh terror yang pejabat Dogiyai lakukan adalah pada tanggal 11 Pebruari 2011 pejabat Dogiyai tanpa Identitas meneror ketua Ikatan IPMADO Sejawa Bali melalui via Telpon seluler. Baca www. Egedynews.com pada tanggal 12 Pebruari 2011.
Kita semua harus ketahui bahwa Mahasiswa Dogiyai adalah tulang Punggung dari kabupaten Dogiyai sehingga tidak salah juga jika mahasiswa memberikan kritikan terhadap pembangunan kabupaten Dogiyai karena itu adalah kritik yang bersifat membangun dimana kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh pejabat Dogiyai ini yang mereka sendiri tak mampu melihat itu mahasiswa bisa lihat demi kebaikan pembangunan kabupaten Dogiyai karena itu seharusnya pejabat Dogiyai memandang mahasiswa itu Suci dan murni.
Mengakui bahwa kebenaran, keadilan dan kejujuran adalah Kontradiksi artinnya bahwa barangsiapa membicara tentang kebenaran, keadilan dan kejujuran dia akan diperhadapkan dengan sebuah intimidasi dan terror tetapi suara kebenaran, keadilan dan kejujuran itu adalah benar benar suara yang turun dari sang Pencipta langit dan Bumi sehingga suara itu Murni dan Suci, karnanya Mahasiswa adalah Jawaban bagi Harapan Masyarakat.
3.   Para Penguasa Dogiyai
Para penguasa Dogiyai adalah kunci utama dalam pembangunan kabupaten Dogiyai atau maju dan mundurnya kabupaten Dogiyai adalah ditangan mereka yang empunya di kabupaten Dogiyai. Seiring dengan kunci pembangunan kabupaten Dogiyai yang sedang dipengang oleh penguasa dogiyai tak terluput dari segala bentuk ketidak adilan, ketibenaran dan ketidak jujuran.
Ketidakadialan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran di dogiyai yang terjadi inipun mahasiswa mengcungkil keluar. Kendati demikian ada banyak penguasa yang tak mau dikritik dan dicungkil keluar bentuk ketidak adilan, ketidak benaran dan ketidak jujuran yang ada dalam perut Penguasa Dogiyai.
Kritik yang diberikan oleh seseorang terhadap kita ini kritik yang bersifat membangun sekalipun kritiknya akan mengangkat segala bentuk kelemahan dan kekurangan kita karena dari kekurangan dan kelemahan itulah menjadi tolok ukur dalam pembangunan selajutnya.
Begitupun kabupaten Dogiyai sekalipun mahasiswa Dogiyai akan mengangkat kelemahan dan kekurangan kabupaten Dogiyai, ini sebuah kritik yang bersifat membangun sehingga sesungguhnya para penguasa Dogiyai harus menerima segala kritik dengan hati yang dingin bukan kita terror dan intimidasi mahasiswa. Untuk mengakhiri tulisan ini penulis mengajak kepada seluruh masyarakat, mahasiswa dan para penguasa Dogiyai mari kita bergandeng tangan demi mewujudkan motto kabupaten Dogiyai “Dogiyai Dou Ena” yang murni.
Semoga………………………………..!!!!

By:Benediktus Goo
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar