Kata kritik dalam dalam kamus Oxford
Advanced Learner’s Dictionary menyatakan bahwa
1.
seseorang
yang mengekspresikan opini tentang
sesuatu yang baik dan kualitas buruk yang terkandung dalam buku, music,
pemerintahan dll.
2.
adalah
seseorang yang mengekspresikan sesuatu yang merasa tidak puas atau tidak masuk
akal terhadap sesuatu dan mengungkapkan sesuatu yang kualitas buruk, lebih
khususnya secara umumnya. Pengertian yang diberikan dari kamus tersebut diatas
sudah jelas bahwa kritik merupakan suatu hal yang seseorang atau sekelompok
orang akan mengungkapkan suatu nilai nilai buruk yang terkandung didalam suatu
buku, musik, drama, peremintahan, aturan dll.
Oleh karena itu, perlu kita ketahui
bahwa kritik yang diberikan dan diungkapkan oleh seseorang atau sekelompok
orang ini demi mewujudkan suatu cita cita atau impian yang terbaik karena orang
lain mampu melihat sebuah kekurangan atau kelemahan yang dimiliki oleh suatu
pemerintahan, buku, music, drama dll sehingga kelemahan dan kekurangan ini
menjadi bahan pelajaran dan pertimbangan terhadap suatu pemerintahan, buku,
drama, music, dll selajutnya.
Menyambung uraian singkat diatas ini,
penulis mencoba melihat eksistensi manusia di dunia ini bahwa manusia bukan
malaikat sehingga manusia tak pernah terluput dari segala bentuk kekurangan dan
kelelemahan yang dimiliki oleh setiap orang di dunia. Kelemahan dan kekurangan
yang dimiliki oleh manusia di dunia ibarat kacang lupa kulitnya artinya manusia
sudah ditutup atau dibungkus rapi oleh kekurangan dan kelemahan.
Mustahil seseorang akan melihat
kelemahan dan kekurangan pribadi sendiri secara menyeluruh dan komprehensif
karena kelemahan dan kekurangan pada manusia ibarat seseorang melihat
punggungnya sendiri arttinya seseorang akan melihat punggungnya sendiri itu
hanya sedikit tetapi orang lain yang akan melihat punggung secara menyeluruh.
Begitu pun kelemahan dan kekurangannya sendiri tidak dapat sendiri akan
melihat, merasakan secara menyeluruh tetapi orang lain yang akan melihat
kelemahan dan kekurangan kita secara menyeluruh dan komprehensif. Oleh karena
itu, demi mengepis dan menghindar segala bentuk kelemahan dan kekurangan yang
dimiliki oleh manusia musti kita harus membutuhkan orang lain demi melengkapi
kelemahan kita.
Berdasarkan uraian singkat diatas ini,
situasi dan kondisi di Dogiyai pun tidak terlepas dari segala bentuk kelemahan
dan kekurangan. Maka itu, tulisan dibawah ini akan uraikan tiga hal yaitu: yang
pertama akan melihat tentang kondisi dan situasi Dogiyai, yang kedua akan
menguraikan tentang eksistensi mahasiswa dan yang ketiga akan membahas tentang
Penguasa Dogiyai dan yang terakhir penulis akan memberikan sebuah kesimpulan
terhadap tulisan ini.
1.
Kondisi
Dogiyai
Menyimak
kabupaten Dogiyai bahwa kabupaten Dogiyai adalah kabupaten pemekaran yang
dimekarkan sejak tahun 2008 hingga saat ini. Sampai detik ini tidak ada bupati
definitif yang terpilih, pemilihan bupati definitif pun selalu tunda terus,
entah apa alasannya penulis pun tak tahu. Kabupaten Dogiyai sudah umur tiga
tahun dengan motto Kabupaten “Dogiyai Dou Ena”. melalui Penetapan motto kabupaten ini akan
melalukan berbagai kebijakan, program kerja dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) demi mewujudkan kabupaten Dogiyai yang kualitas yang tinggi.
Fakta
membuktikan bahwa pejabat sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan
Dogiyai Dou Ena namun tidak terlepas dari berbagai kelemahan yang tidak luput
dari pejabat Dogiyai. Indicator indicator ketidak berhasilan kabupaten Dogiyai
adalah sebagai berikut:
a)
Pemerintah
Dogiyai tidak membangun asrama di setiap kota study.
b) Janji janji palsu yang tak terrealisasi
c)
Hari
pelaksanaan Pemilukada Dogiyai yang selalu mengulur ulur waktu.
d) Penerimaan tes pegawai tidak
mengutamakan orang asli Dogiyai.
e)
Pejabat
SKPD Dogiyai yang tidak pernah kerja dan tinggal di Dogiyai, selalu keluar
daerah terus pura pura mengambil alasan urusan dinas.
f)
Dll.
2.
Eksistensi
Mahasiswa
Mahasiswa
adalah Agent of Change (agen pembaharuan) yang mana mahasiswa akan ber pro
aktif dalam segala bentuk ketidak adilan,
ketidak jujuran, ketidak benaran yang selalu merusak tatanan hidup masyarakat
sehingga mahasiswa itupun selalu memposisikan diri ketempat yang netral,
independen yang tak dapat memihak kepada siapapun sekalipun ibu kandung yang
benar adalah benar dan yang salah adalah salah.
Di
seluruh dunia mahasiswa selalu melakukan banyak kegiatan, kegiatan yang
mahasiswa lakukan adalah kegiatan kegiatan pro demokrasi. Kegiatan kegiatan
yang mahasiswa lakukan adalah seperti turun jalan, teriak di jalan, demontrasi,
aksi, jumpa pers, pemalangan jalan, menaikan opini di surat kabar. Kegiatan
kegiatan tersebut diatas bisa terlihat dimana mana di seluruh dunia ketika
ketidakadilan, ketidak jujuran dan ketidak benaran itu meraja rela diseluruh
dunia dalam tatanan hidup masyarakat.
Mahasiswa
Dogiyai yang tersebar di seluruh Indonesia juga kapasitasnya sama dengan
mahasiswa yang ada di seluruh dunia sehingga mahasiswa Dogiyai sedang
memposisikan diri mereka sebagai mahasiswa yang netral dan independen yang mana
mereka ingin menjadi mahasiswa yang agent of Change.
Bukti
mahasiswa Dogiyai yang adalah mahasiswa yang agent of Change dan memposisikan
diri sebagai mahasiswa yang netral dan independent adalah mahasiswa Dogiyai
selalu mengontrol dan mengawas kinerja kerja kabupaten Dogiyai, selalu
memberikan komentar atau kritik yang sifatnya membangun melalui surat kabar
local, dll.
Mahasiswa
Dogiyai selalu aktif untuk memberikan kritik, Demo di kabupaten, menaikan opini
di surat kabar lokal, menaikan berita di surat kabar lokal harian ini hanya
karena terjadi segala bentuk ketidak adilan, ketidak jujuran dan ketidak
benaran dalam pemerintahan kabupaten Dogiyai.
Akhir
akhir ini, ada segelintir pejabat Dogiyai tanpa identitas yang sedang melakukan
terror terhadap mahasiswa Dogiyai melalui nomor nomor gelap atau nomor baru. Contoh
contoh terror yang pejabat Dogiyai lakukan adalah pada tanggal 11 Pebruari 2011
pejabat Dogiyai tanpa Identitas meneror ketua Ikatan IPMADO Sejawa Bali melalui
via Telpon seluler. Baca www. Egedynews.com pada tanggal 12 Pebruari 2011.
Kita
semua harus ketahui bahwa Mahasiswa Dogiyai adalah tulang Punggung dari
kabupaten Dogiyai sehingga tidak salah juga jika mahasiswa memberikan kritikan
terhadap pembangunan kabupaten Dogiyai karena itu adalah kritik yang bersifat
membangun dimana kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh pejabat Dogiyai
ini yang mereka sendiri tak mampu melihat itu mahasiswa bisa lihat demi kebaikan
pembangunan kabupaten Dogiyai karena itu seharusnya pejabat Dogiyai memandang
mahasiswa itu Suci dan murni.
Mengakui
bahwa kebenaran, keadilan dan kejujuran adalah Kontradiksi artinnya bahwa
barangsiapa membicara tentang kebenaran, keadilan dan kejujuran dia akan
diperhadapkan dengan sebuah intimidasi dan terror tetapi suara kebenaran,
keadilan dan kejujuran itu adalah benar benar suara yang turun dari sang
Pencipta langit dan Bumi sehingga suara itu Murni dan Suci, karnanya Mahasiswa
adalah Jawaban bagi Harapan Masyarakat.
3.
Para
Penguasa Dogiyai
Para
penguasa Dogiyai adalah kunci utama dalam pembangunan kabupaten Dogiyai atau
maju dan mundurnya kabupaten Dogiyai adalah ditangan mereka yang empunya di
kabupaten Dogiyai. Seiring dengan kunci pembangunan kabupaten Dogiyai yang
sedang dipengang oleh penguasa dogiyai tak terluput dari segala bentuk ketidak
adilan, ketibenaran dan ketidak jujuran.
Ketidakadialan,
ketidakbenaran dan ketidakjujuran di dogiyai yang terjadi inipun mahasiswa
mengcungkil keluar. Kendati demikian ada banyak penguasa yang tak mau dikritik
dan dicungkil keluar bentuk ketidak adilan, ketidak benaran dan ketidak jujuran
yang ada dalam perut Penguasa Dogiyai.
Kritik
yang diberikan oleh seseorang terhadap kita ini kritik yang bersifat membangun
sekalipun kritiknya akan mengangkat segala bentuk kelemahan dan kekurangan kita
karena dari kekurangan dan kelemahan itulah menjadi tolok ukur dalam
pembangunan selajutnya.
Begitupun
kabupaten Dogiyai sekalipun mahasiswa Dogiyai akan mengangkat kelemahan dan
kekurangan kabupaten Dogiyai, ini sebuah kritik yang bersifat membangun
sehingga sesungguhnya para penguasa Dogiyai harus menerima segala kritik dengan
hati yang dingin bukan kita terror dan intimidasi mahasiswa. Untuk mengakhiri
tulisan ini penulis mengajak kepada seluruh masyarakat, mahasiswa dan para
penguasa Dogiyai mari kita bergandeng tangan demi mewujudkan motto kabupaten
Dogiyai “Dogiyai Dou Ena” yang murni.
Semoga………………………………..!!!!

0 komentar:
Posting Komentar